MENUNGGU
Menikmati teh tubruk sendiri
Di ujung magrib yang belum juga sepi
Segelas panasnya lumatkan manis bongkah gula
Tapi sayang belum boleh usai nikmati dahaga
Yang aku tunggu entah sudah sampai di mana
Saat aku mulai menulis, secuil kabarpun belum ada
Sungguh aku tidak berani mengira
Biarlah aku tunggu sampai takdir membawa
Isi gelas belum juga bisa dicerna
Uap panas kepulkan hawa pemikat rasa
Sungguh menggoda tapi harus aku tunda
Atau kerongkongan ini meleleh terkena lafa
Aku coba satu sruputan tipis
Setelah aku sodorkan tiga kali tiupan sebelumnya
Harum manisnya semakin memikat
Tidak terasa seperempat gelas pun tandas
Aku masih menunggu
Gelisah aku teruskan tulisan
Sekedar menjinakkan kecamuk prasangka
Tidak juga mau dipaksa lelah di mata
Wahai
Akhirnya dua cintaku tiba
Jatibarang, 29 Mei 2014
Tulisaja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar