TETES
Bersama embun yang terlepas
Keringatku pun menetes
Tes
Hanya sekali
Indramayu, 17 April 2015
Tulisaja
Blog ini dengan sadar dibuat untuk menampung muntahan isi kepala yang seringkali lumer dan meleleh berupa tulisan yang kadang jelas kadang samar, kadang cerah kadang suram, kadang riang kadang murung. Semoga masih bisa dinikmati. Tino
Entri Populer
-
DI DUNIA Prosesnya adalah : 1. Lahir 2. Balita 3. Anak-anak 4. Remaja 5. Dewasa 6. Tua 7. Mati Catatan : Mati ...
-
PONDOK GEDE Bangunan inilah yang menjadi asal-usul nama daerah Pondok Gede. Sebuah kecamatan di perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi Barat. ...
-
KUACI Kasih Mungkin inilah cara terbaik kita menutup hari Biarkanlah hanya jari dan mulut kita yang menari mencari Habiskan sisa ...
-
NASI UDUK Nasi uduk berkawan karib dengan bawang goreng dan emping. Dari dulu begitu, ga pernah berubah. Ada kawan-kawan lain yang mengisi ...
-
KEROCO Namaku Keroco. Ini bukan nama samaran atau julukan, apalagi nama penaku. Sungguh ini nama asli pemberian orang tuaku yang tercantum ...
-
REALISTIS Sore ini Bewok pulang dengan membawa sebungkus amarah pada mukanya yang membara. Dia marah setengah gila usai mendengarkan sosial...
-
Gapura Pondok Gede Gapura ini adalah mulut jalan menuju bangunan besar itu, Pondok Gede. Jalannya menanjak berbatu. Di sisi kanan jalan, ad...
-
RELATIF Aku kaya juga miskin Aku pintar juga bodoh Aku baik juga buruk Aku bagus juga jelek Aku benar juga salah Aku ini juga itu Aku...
-
MAESAROH Akhirnya Bewok memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Pekerjaan yang sudah belasan tahun dia geluti, sebagai karyawan di sebua...
-
RUBIK Masih ingat dengan permainan ini? Mudah-mudahan masih ingat. Saat duduk di bangku SD, saya mencoba permainan ini, tidak pernah bisa,...
Kamis, 16 April 2015
Tetes
Puisi (Lagi-lagi) Tentang Cinta
PUISI (LAGI-LAGI) TENTANG CINTA
Janganlah kau mengagungkan cinta
Karena kau akan susah payah menjaganya
Saat kau terlalu lelah menggenggamnya
Kau akan terhempas remuk meratapinya
Jangan juga kau paksakan cinta
Karena pasti kau tengah membohonginya
Saat kau harus jujur tentangnya
Sayatan akan tertoreh sebarkan nestapa
Jangan sekali-kali kau permainkan cinta
Karena kau akan terjebak pada ribuan dusta
Saat kau harus membuka semua
Jangan lagi berharap ada bahagia
Cinta sepanjang masa
Hanya rayuan gombal belaka
Kalau ada yang bisa merawat cinta
Karena cinta miliknya apa adanya
Perlakukan cinta sebagai cinta
Suguhkan saja sewajarnya
Walau dia menebarkan aroma sejuta rasa
Tidak perlu menjadi gila
Ah, kau kini malah punya sangka
Bahwa aku tengah jatuh cinta
Kalau sangkaku pada sangkamu nyata
Maka harus kau baca semua yang aku tulis tentang cinta
Indramayu, 17 April 2015
Tulisaja
Rabu, 15 April 2015
Elang
ELANG
Aku selalu iri pada elang. Bukan pada penampilannya yang gagah. Bukan pada keanggunannya saat terbang melayang. Bukan pula pada tatapan matanya yang tajam.
Aku selalu iri pada elang. Aku iri pada caranya menikmati kesendirian. Aku iri pada keikhlasannya dalam sepi. Aku iri pada kekhusu'annya mengukir senyap.
Aku selalu iri pada elang. Aku iri pada pencapaian kesempurnaannya menggumuli diri.
Indramayu, 13 April 2015
Tulisaja
Sabar
SABAR
Diam itu adalah dinding kesabaran
Terusiknya hati adalah titik kecil di dinding kesabaran
Pengungkapan adalah retakan awal pada dinding kesabaran
Dan penentangan adalah
kehancuran dinding kesabaran
Dan itulah kehancuran manusia yang sesungguhnya
Indramayu, 27 Oktober 2013
Tulisaja
Demam
DEMAM
Terbujur lemah
Menikmati demam yang makin menggila
Ditemani seonggok tubuh menggigil
Aku coba membunuh rasa
Membawa bayang bayang aneh di kelopak mata
Kadang membesar kadang mengecil
Memanjang dan memendek
Meredup dan mendadak benderang
Hitam merah kuning putih berbaur tidak teratur
Mengacaukan isi kepala yang semakin bergolak
Meniadakan kemampuan nalar bergerak
Memaksa untuk pejamkan mata
Di bawah bayang rasa takut
Tidak akan pernah bisa lagi terbuka
Di batas antara ada dan tidak
Ternyata hanya bayang bayang brutal yang tersisa
Tidak aku lihat sang penjemput itu ada
Tuhan, jangan utus dia sekarang
Aku belum siap untuk pulang
Indramayu, Desember 2013
Tulisaja
Kepala
KEPALA
Kenapa pagi tadi
aku kenakan kepala yang satu ini?
kepala yang begitu banyak beban di dalamnya
dengan kondisi kurang fit pula
yang terasa berat
tapi tetap harus dibawa
kenapa pagi tadi tidak aku ambil kepala yang lain?
walau sama punya beban
setidaknya tidak terlalu memberatkan
yang masih bisa kasih senyum untuk dunia
Kenapa tidak aku lepas saja kepala ini?
kalau hanya rasa sakit yang tersisa
Ingin rasanya aku lepaskan dia sejenak
sekedar memberi waktu
untuk meredakan rasa
sekedar membiarkannya mengosongkan logika
Jatibarang, Desember 2013
Tulisaja
Kuaci
KUACI
Kasih
Mungkin inilah cara terbaik kita menutup hari
Biarkanlah hanya jari dan mulut kita yang menari mencari
Habiskan sisa waktu di sepenggal hari
Mosongkan sejenak beban dan gundah hati
Berganti angan siapkan hari hari nanti
Kasih
Mungkin inilah cara terbaik kita menutup hari
Nikmati sepi bersama sebungkus kuaci
Jatibarang, 23 Januari 2014
Tulisaja