Entri Populer

Kamis, 16 April 2015

Tetes

TETES

Bersama embun yang terlepas
Keringatku pun menetes

Tes

Hanya sekali

Indramayu, 17 April 2015

Tulisaja

Puisi (Lagi-lagi) Tentang Cinta

PUISI (LAGI-LAGI) TENTANG CINTA

Janganlah kau mengagungkan cinta
Karena kau akan susah payah menjaganya
Saat kau terlalu lelah menggenggamnya
Kau akan terhempas remuk meratapinya

Jangan juga kau paksakan cinta
Karena pasti kau tengah membohonginya
Saat kau harus jujur tentangnya
Sayatan akan tertoreh sebarkan nestapa

Jangan sekali-kali kau permainkan cinta
Karena kau akan terjebak pada ribuan dusta
Saat kau harus membuka semua
Jangan lagi berharap ada bahagia

Cinta sepanjang masa
Hanya rayuan gombal belaka
Kalau ada yang bisa merawat cinta
Karena cinta miliknya apa adanya

Perlakukan cinta sebagai cinta
Suguhkan saja sewajarnya
Walau dia menebarkan aroma sejuta rasa
Tidak perlu menjadi gila

Ah, kau kini malah punya sangka
Bahwa aku tengah jatuh cinta
Kalau sangkaku pada sangkamu nyata
Maka harus kau baca semua yang aku tulis tentang cinta

Indramayu, 17 April 2015

Tulisaja

Rabu, 15 April 2015

Elang

ELANG

Aku selalu iri pada elang. Bukan pada penampilannya yang gagah. Bukan pada keanggunannya saat terbang melayang. Bukan pula pada tatapan matanya yang tajam.

Aku selalu iri pada elang. Aku iri pada caranya menikmati kesendirian. Aku iri pada keikhlasannya dalam sepi. Aku iri pada kekhusu'annya mengukir senyap.

Aku selalu iri pada elang. Aku iri pada pencapaian kesempurnaannya menggumuli diri.

Indramayu, 13 April 2015

Tulisaja

Sabar

SABAR

Diam itu adalah dinding kesabaran

Terusiknya hati adalah titik kecil di dinding kesabaran

Pengungkapan adalah retakan awal pada dinding kesabaran

Dan penentangan adalah
kehancuran dinding kesabaran

Dan itulah kehancuran manusia yang sesungguhnya

Indramayu, 27 Oktober 2013

Tulisaja

Demam

DEMAM

Terbujur lemah
Menikmati demam yang makin menggila
Ditemani seonggok tubuh menggigil
Aku coba membunuh rasa

Membawa bayang bayang aneh di kelopak mata
Kadang membesar kadang mengecil
Memanjang dan memendek
Meredup dan mendadak benderang

Hitam merah kuning putih berbaur tidak teratur
Mengacaukan isi kepala yang semakin bergolak
Meniadakan kemampuan nalar bergerak

Memaksa untuk pejamkan mata
Di bawah bayang rasa takut
Tidak akan pernah bisa lagi terbuka
Di batas antara ada dan tidak
Ternyata hanya bayang bayang brutal yang tersisa

Tidak aku lihat sang penjemput itu ada
Tuhan, jangan utus dia sekarang
Aku belum siap untuk pulang

Indramayu, Desember 2013

Tulisaja

Kepala

KEPALA

Kenapa pagi tadi
aku kenakan kepala yang satu ini?
kepala yang begitu banyak beban di dalamnya
dengan kondisi kurang fit pula
yang terasa berat
tapi tetap harus dibawa

kenapa pagi tadi tidak aku ambil kepala yang lain?
walau sama punya beban
setidaknya tidak terlalu memberatkan
yang masih bisa kasih senyum untuk dunia

Kenapa tidak aku lepas saja kepala ini?
kalau hanya rasa sakit yang tersisa

Ingin rasanya aku lepaskan dia sejenak
sekedar memberi waktu
untuk meredakan rasa
sekedar membiarkannya mengosongkan logika

Jatibarang, Desember 2013

Tulisaja

Kuaci

KUACI

Kasih
Mungkin inilah cara terbaik kita menutup hari
Biarkanlah hanya jari dan mulut kita yang menari mencari
Habiskan sisa waktu di sepenggal hari
Mosongkan sejenak beban dan gundah hati
Berganti angan siapkan hari hari nanti

Kasih
Mungkin inilah cara terbaik kita menutup hari
Nikmati sepi bersama sebungkus kuaci

Jatibarang, 23 Januari 2014

Tulisaja